Artikel ini adalah tulisan dari kakak kelas saya, Hestutomo Restu Kuncoro, di blognya. Tulisan ini berisi tentang riset yang dilakukan oleh guru dari mas Tommy (yang juga merupakan guru saya di SMA 1) tentang keunggulan penyembelihan secara syariat islami.
Assalamu’alaikum
Kali ini BI (Bahrul ilmi-red) bakal bagi-bagi cerita dari Pak Nanung Danar Dono, seorang Pengajar di SMA 1 yang juga menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif LP-POM MUI. Ceritanya tentang tata cara penyembelihan kurban menurut Agama Islam.
DITOLAK
Di negara barat, metode penyembelihan secara Syari’ah Islam ditolak. Alasannya adalah penyembelihan secara Islam sangat menyiksa ternak. Dan mereka menyatakan bahwa hal ini adalah sebuah bukti bahwa orang Islam itu Kejam dan bengis.
Menurut mereka, untuk mengkonsumsi daging ternak, penyembelihan harus dilakukan secara baik, tidak dengan menyiksa ternak. Cara yang terbaik adalah dengan memingsankan ternak terlebih dahulu dengan CBP (Captive Bolt Pistol) baru kemudian disembelih. Menurut mereka, dengan cara seperti ini ternak tidak tersiksa seperti jika mereka (ternaknya) disembelih dengan cara Islam. Karena ternak tidak sadarkan diri saat disembelih.
Argumen seperti itu tentu saja sangat bisa diterima oleh akal sehat. Walhasil, beberapa dari orang Islam membenarkan argumen itu, dan otomatis menganggap syariah Islam tidak manusiawi. Waduh !, Gimana nich ?!.
TITIK TERANG
Di saat-saat kritis dan membuat Muslimin tergoncang Aqidahnya, Allah mengirimkan jawaban kepada umat manusia melalui dua orang Ahli Peternakan dari Hannover University yaitu Prof. Dr. Schulz & Dr. Hizam, rekannya.
The Show Begins
Mereka berdua melakukan penelitian untuk melukan komparasi antara 2 metode penyembelihan, Western Method, dan Islamic Method. Beberapa sapi yang sudah cukup usianya masing-masing dipasangi ECG (electrocardiograph) di jantung dan EEG (Electro-Enchepalograph) di Otak. ECG berguna untuk memantau aktifitas jantung dan EEG untuk mendeteksi rasa sakit yang dirasakan oleh sapi-sapi tersebut.
Setelah masa adaptasi terhadap pemasangan chip tersebut rampung, penelitian dilanjutkan. Setengah dari sapi-sapi tersebut disembelih dengan cara barat, yaitu dipingsankan dulu dengan ditembakmenggunakan CBP. Sedangakn sisanya disembelih dengan cara Islam. Yaitu Menggunakan pisau yang sangat tajam, dan memotong tiga saluran di leher, yaitu saluran pernafasan, makanan, dan pembuluh darah.
Allahu AKBAR !!!
Pada penyembelihan secara Islam, 3 detik pertama setelah sapi disembelih EEG tidak menunjukkan kenaikan grafik. Subhanallah!! Pada 3 detik setelahnya, sapi malah mengalampi deep sleep (tidur nyenyak) hingga benar-benar kehilangan kesadaran. Lalu 6 detik setelahnya ECG menunjukkan aktifitas luar biasa dari jantung yang berusaha memompa semua darah keluar dari dalam tubuh. Ini merupakan sebuah kerja refeleks koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang. Dalam Islam, tulang pada bagian leher (tulang belakang) tidak boleh diputus sebelum sapi benar-benar mati. Dan ternyata terbukti dengan tidak diputusnya tulang belakang, jantung menerima impuls dari tulang belakang untuk melakukan gerak refleks memompa darah keluar. Sehingga saat sapi dalam keadaan benar-benar mati, dagingnya terbebas secara maksimal dari darah. Dan daging yang darahnya sudah terpompa keluar merupakan daging yang sehat untuk dikonsumsi dan awet. Dan kematiannya pun tanpa sakit sama sekali ALLAHU AKBAR !!
Tapi kan sapi saat disembelih kejang-kejang…., Berarti sakit dong..! Ternyata, pisau yang memotong leher, sama sekali tidak menyentuh syaraf yang mampu menimbulkan rasa sakit. Kejang-kejang yang terjadi pada sapi saat disembelih hanyalah gerak refleks yang terjadi saat semua darah terpompa keluar. Jadi memang g ada rasa sakit!
WESTERN METHOD
Pada penyembelihan ala barat, sapi dipingsankan dulu dengan ditembak menggunakan CBP pada bagian kepala. Ternyata, EEG menunjukkan bahwa proses penembakan untuk memingsankan ini menyebabakan rasa sakit yang luar biasa pada sapi. ECG juga menunjukkan bahwa rasa sakit yang luar biasa ini menyebabkan turunnya aktifitas jantung sehingga saat dibunuh darah yang keluar hanya sedikit, dan dagingnya menjadi daging yang tidak sehat untuk dikonsumsi.
Penyakit Sapi Gila yang pernah menjadi isu yang cukup panas untuk dibicarakan di Indonesia merupakan sebuah penyakit di otak sapi. Penyakit ini bisa mematikan ke manusia bila manusia mengkonsumsi jaringan otak sapi yang bersangkutan ( Sapi Gila)
Dan tidak beresiko apabila daging yang dikonsumsi tidak mengandung jaringan otak sapi tersebut. Ternyata, penyembelihan dengan didahului penembakan dengan CBP menyebabkan rusaknya selaput otak. Rusaknya selaput otak menyebabkan jaringan otak sapi menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Sehingga daging ini bila dimakan beresiko terhadap kesehatan insan yang memakannya
Penyembelihan secara Islami, menunjukkan bahwa sangat-sangat kecil resiko tertular penyakit sapi gila dengan memakan daging sapi yang disembelih secara Islami. Sehingga jelaslah bahwa penyembelihan secara Islami-lah yang paling baik buat kita-kita. Metode ini berasal dari Allah, dan Allah tahu yang terbaik buat kita.
“Mungkin engkau membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan engkau menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangan manusia tidak” (AL Baqarah 216)
Jadi, Allah tahu, kita tidak tahu, makanya, jangan sok tahu.
Gimana ? Udah jelas Khan klo Islam memberikan yang terbaik. Kalo ada yang merasa bahwa ada bagian dari Islam yang kurang baik, maka itu hanyalah karena kurang faham. Cobalah bertanya pada orang yang lebih pinter, Insya Allah ada jalan. (Hrk)
Bagus….bermanfaat..
Itu sangat benar sekali..
Maha besar Allah, Dia lah Yang Maha Mengetahui..
NB : Pak Nanung itu slaen guru SMA 1 YOGYAKARTA, dia juga dosen saya di Fakultas Peternakan UGM :p